PENILAIAN AFEKTIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA
PENILAIAN AFEKTIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai.
Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap,
emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat
diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif
tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada
peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Seperti: perhatiannnya
terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam, kedisiplinannya dalam
mengikuti mata pelajaran agama disekolah, motivasinya yang tinggi untuk
tahu lebih banyak mengenai pelajaran agama Islam yang di terimanya,
penghargaan atau rasa hormatnya terhadap guru pendidikan agama Islam dan
sebagainya (Syahputri,2015).
Aspek penilaian afektif terdiri dari:
Menerima (receiving)
Yang merupakan kategori receiving ialah kesadaran, keinginan untuk
menerima stimulus, respon, kontrol dan seleksi gejala atau rangsangan
dari luar. Pada tingkat receiving atau attending,
peserta didik memiliki keinginan memperhatikan suatu fenomena khusus
atau stimulus tertentu. Pada tingkatan ini Tugas pendidik adalah
mengarahkan perhatian peserta didik pada fenomena tertentu yang positif.
Misalnya, mengarahkan agar peserta didik senang membaca buku, senang
bekerjasama, dsb.
Menanggapi (responding)
reaksi yang diberikan pada tahapan ini ialah ketepatan reaksi, perasaan kepuasan dll. Responding
merupakan partisipasi aktif peserta didik, yaitu sebagai bagian dari
perilakunya. Pada tingkat ini peserta didik tidak saja memperhatikan
fenomena khusus tetapi ia juga sudah memberikan reaksi. Hasil
pembelajaran pada ranah ini menekankan pada pemerolehan respons,
berkeinginan memberi respons, atau kepuasan dalam memberi respons.
Tingkat yang tinggi pada kategori ini adalah minat, yaitu hal-hal yang
menekankan pada pencarian kesenangan thd sesuatu objek atau aktivitas yg
khusus. Misalnya: senang membaca buku, senang bertanya, senang
membantu teman, senang dengan kebersihan dan kerapian, dan sebagainya.
Menilai (Valuing)
Meliputi kesadaran menerima norma, sistem nilai dll. Valuing melibatkan
penentuan nilai, keyakinan atau sikap yang menunjukkan derajat
internalisasi dan komitmen. Derajat rentangannya mulai dari menerima
suatu nilai, sampai pada tingkat komitmen. Valuing atau
penilaian didasarkan pada internalisasi dari seperangkat nilai yang
spesifik. Hasil belajar pada tingkat ini berhubungan dengan perilaku
yang konsisten dan stabil berkaitan dgn nilai yg dianut. Dalam tujuan
pembelajaran, penilaian ini diklasifikasikan sebagai sikap dan apresiasi
Mengorganisasi (organization)
Meliputi pengembangan norma dan nilai dalam organisasi sistem nilai. Pada tingkat organization, nilai
satu dengan nilai yang lain dikaitkan, konflik antar nilai
diselesaikan, dan mulai membangun sistem nilai internal yang konsisten.
Hasil pembelajaran pada tingkat ini berupa konseptualisasi nilai atau
organisasi sistem nilai. Misalnya, pengembangan falsafah hidup
seseorang.
Membentuk watak (Characterization)
sistem nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku. Tingkat ranah afektif tertinggi adalah karakterisasi (characterization) nilai.
Pada tingkat ini peserta didik memiliki sistem nilai yang menjadi
karakter dirinya, yang akan mengendalikan semua perilaku sampai pada
waktu tertentu hingga terbentuk gaya hidup. Hasil pembelajaran pada
tingkat ini berkaitan dengan karakter pribadi, emosi, dan sikap sosial
(Hamid,2013).
Di dalam matematika Komponen afektif yang penting untuk diukur yaitu :
- Sikap siswa terhadap matematika yang menyangkut perbuatan, perasaan, pikiran siswa yang didasarkan pada pendapat atau keyakinan pribadi. Sikap siswa dalam belajar matematik dapat positif, negatif, atau netral.
- Minat siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan keingintahuan, kecenderungan (hati) siswa yang tinggi, gairah atau keinginan terhadap pelajaran matematika.
- Konsep diri siswa terhadap pelajaran matematika berhubungan dengan pandangan terhadap kemampuan diri dalam belajar matematika. Misalnya batas kemampuan diri, kemanfaatan belajar matematika, dan lain-lain.
pertanyaan:
1. Menurut kalian bagaimana cara yang efektif untuk mengetahui pengaruh penilaian afektif dalam pembentukan watak siswa baik yang positif dan negatif?
menurut saya hal-hal yang dapat mempengaruhi ranah afektif dalam pembentukan watak siswa baik yang positif dan negatif sangatlah banyak. bisa dari dirinya sendiri, lingkungan tempat siswa tinggal, teman-temannya. Terima kasih
BalasHapusterimakasih atas jawabannya aul, tapi sedikit menanggapi dari jawaban aul, kalau menurut saya itu hanya hal2 yang mempengaruhi watak siswa saja. sedangkan yang saya tanyakan bagaimana cara efektif untuk mengetahui pengeruh dari penilaian siswa dalam pembentukan watak siswa?
HapusSaya berpendapat, sistem nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku. Tingkat ranah afektif tertinggi adalah karakterisasi (characterization) nilai. Pada tingkat ini peserta didik memiliki sistem nilai yang menjadi karakter dirinya, yang akan mengendalikan semua perilaku sampai pada waktu tertentu hingga terbentuk gaya hidup. Hasil pembelajaran pada tingkat ini berkaitan dengan karakter pribadi, emosi, dan sikap sosial (
BalasHapusSaya berpendapat, sistem nilai yang terbentuk mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku. Tingkat ranah afektif tertinggi adalah karakterisasi (characterization) nilai. Pada tingkat ini peserta didik memiliki sistem nilai yang menjadi karakter dirinya, yang akan mengendalikan semua perilaku sampai pada waktu tertentu hingga terbentuk gaya hidup. Hasil pembelajaran pada tingkat ini berkaitan dengan karakter pribadi, emosi, dan sikap sosial (
BalasHapusmenurut saya pembentukan watak pada diri siswa itu bisa dari faktor luar dan faktor dalam dirinya. faktor luar dari dirinya bisa lingkungan
BalasHapusuntuk mengetahu pengaruh penilaian afektif dan pembentukan watak bisa dengan cara mengobservasi siswa , kita bisa melihat perubahan watak yang dihasilkan siswa
BalasHapuspengaruh penilaian afektif adalah dengan siswa mengetahui bahwa sikap mereka akan dinilai, maka siswa akan berusaha menunjukkan sikap yang baik di setiap pembelajran yang berlangsung. sehingga diharapkan siswa siswa sekarang mempunyai karakter bangsa yang sudah mulai mengkikis
BalasHapusbisa dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar dari diri siswa
BalasHapus